• Webet188 : member yang mengikuti bet-bet yang mencurigakan ( ghost betting liga bawah ) , akan kami suspend atau tutup iD tanpa negosiasi lagi. . . . . . . .
jackpot
USD
+62852 8000 5522
 
webet188
 
+62852 8000 5522

Ini Kehebatan Zidane Di Mata Bale

Ini Kehebatan Zidane Di Mata Bale webet188

Webet188 – Winger Real Madrid, Gareth Bale, merasakan betul perubahan positif yang dialami timnya sejak ditangani Zinedine Zidane. Hal ini disampaikan Bale usai membawa Madrid meraih kemenangan 1-0 atas Manchester City pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (5/5) dini hari tadi.

Disebut Bale, Zidane memberikan kebebasan para pemainnya saat tampil di lapangan. Hal itu diyakini membuat Los Blancos bermain tanpa beban.

“Dia (Zidane) memberikan kami keyakinan dan kebebasan untuk tampil dan mengekspresikan diri dan menikmati permainan di lapangan. Ketika seorang pemain bisa melakukan melakukan itu maka anda akan melihat kemampuan terbaik,” ujar Bale kepada situs resmi UEFA, dilansir Sky Sports.

Lebih lanjut, Bale juga berterima kasih kepada publik Santiago Bernabeu yang tak pernah berhenti memberikan dukungan penuh kepada Los Merengues. Berkat teriakan dan motivasi yang diberikan suporter Madrid, Bale dkk mampu menyingkirkan Man City dan melaju ke final Liga Champions.

“Fans sangat luar biasa, dan saya yakin mereka akan memberikan dukungan yang lebih di Milan nanti. Mereka benar-benar berada di belakang kami semua, dan kami sangat senang bisa kembali mencapai final setelah melalui dua laga sulit menghadapi Man City, di mana kami harus memberikan kemampuan terbaik kami.”

Pada laga final Liga Champions antara Atletico Madrid kontra Real Madrid di Stadion San Siro, Milan, 28 Mei mendatang, akan tersaji pula duel sesama legenda sepak bola Serie A dari pinggir lapangan. Diego Simeone di kubu Atletico, dan Zinedine Zidane di skuat Madrid.

Simeone dan Zidane punya sederet kenangan bersama kala masih sama-sama bermain di pentas Serie A pada akhir 1990-an. Simeone berseragam Inter Milan pada 1997-99 sebelum membela Lazio pada 1999-2003. Sementara, Zidane pernah menjadi bintang Juventus pada periode 1996-2001.

Pertama kali keduanya bertemu di Stadion Giuseppe Meazza adalah pada 4 Januari 1998. Kala itu, Inter yang bertindak sebagai tuan rumah mampu menalahkan Juventus dengan skor 1-0 berkat gol tunggal Youri Djorkaeff pada menit ke-47.

Pada laga itu, media kenamaan Italia, La Gazzetta dello Sport memberi nilai 5 untuk permainan Zidane bersama Juventus. “Mengecewakan. Memulai dengan sentuhan bagus tapi akhirnya kalah. Ritme permainan membuatnya melempem,” bunyi penjelasan dari penilaian Gazzetta.

Sementara, Simeone di kubu Inter meraih poin lebih baik, yakni 6. “Berlari di seluruh area lapangan, memberi dukungan untuk penyerangan dan juga dominan dalam permainan fisik denan Edgar Davids,” tulis Gazzetta terkait performa Simeone.

Pada laga itu, Simeone baru menjalani musim perdana di Inter sejak diboyong dari Atletico. Sementara, Zidane sudah semusim sebelumnya bermain untuk Juventus, termasuk mempersembahkan Scudetto.

Laga Derby d’Italia selanjutnya di San Siro sedikit kehilangan muatan emosi. Kedua tim harus berbagi skor imbang 0-0 setahun berselang sejak perjumpaan pertama. Di laga itu, Gazzetta memberi nilai 6,5 untuk Zidane, dan 6 untuk Simeone. Itulah perjumpaan terakhir Simeone dengan Zidane di San Siro, sebelum pindah ke Lazio pada 1999.

Fakta menarik lain, selama kariernya bermain di San Siro baik melawan Inter atau AC Milan, Zidane cenderung meraih hasil negatif. Mantan kapten timnas Prancis itu menderita dua kekalahan, enam kali seri, dan hanya sekali menang. Namun, dalam satu-satunya kemenangan, Zidane tutut menyumbang satu gol kala Juventus mengalahkan tim Milan asuhan Arrigo Sacchi dengan skor 6-1.

Simeone, selama kariernya di Inter, sudah mengoleksi 10 gol, 8 di antaranya diciptakan di Serie A dan dua di kompetisi Eropa. Gol terpenting Simeone untuk Inter adalah kala menang 3-2 secara agregat atas Strasbourg di ajang Piala UEFA pada 9 Desember 1997. Satu lagi adalah kala dua golnya membantu Inter memenangi Derby della Madonnina melawan Milan dengan skor 3-0 pada 22 Maret 1998.

Dari catatan di atas, Simeone memiliki modal lebih menguntungkan dibanding Zidane kala tampil di San Siro. Namun, dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi. Apalagi pada pertemuan kali ini keduanya berhadapan dengan kapasitas sebagai pelatih, bukan lagi pemain.

Metode Pembayaran

ewallet crypto baru bank baru

JADWAL OFFLINE BANK

anda bisa pasang taruhan pada saat bank offline.